Kamis, 21 Juni 2012

Allah Yang Esa


Alkitab mengungkap Allah adalah Pencipta alam semesta. Dia tak terbatas, kekal, maha kuasa, maha tahu, hadir sebagai pribadi, maha benar, maha kasih, maha adil, dan maha suci. Dia menciptakan kita menurut gambarNnya untuk menyembahNya. Menurut Alkitab, Allah membuat kita untuk selalu selama-lamanya berhubungan dengan Dia. Ketika Allah berbicara kepada Musa di semak berapi 1500 tahun sebelum Kristus, Dia menegaskan kembali bahwa Dia adalah Allah yang Esa. Allah mengatakan kepada Musa namaNya adalah Yahweh, (AKU). (Kebanyakan dari kita lebih biasa dengan terjemahan Inggris, Jehovah atau LORD (TUHAN)[3] Sejak saat itu, dasar dari ayat (Shema) Yudaisme adalah: “Dengarlah, hai orang Israel; TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa.” (Ulangan 6:4) Kedalam dunia yang punya keyakinan monoteisme inilah Yesus hadir, berkhotbah, dan mulai melontarkan klaim yang mengejutkan siapapun yang mendengarnya. Dan menurut Ray Stedman, Yesus adalah tema sentral ayat-ayat kitab suci Yahudi (Perjanjian Lama). “Disini, dalam bentuk manusia hidup bernapas, adalah seseorang yang cocok dan memenuhi semua simbol dan nubuatan mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Maleakhi. Ketika pindah dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, kita temukan bahwa satu orang, Yesus dari Nazareth, adalah titik perhatian kedua Perjanjian.[4] Namun jika Yesus adalah pemenuhan dari Perjanjian Lama, klaimNya harus mengkonfirmasi bahwa “Allah adalah Allah yang esa,” dimulai dari apa yang dikatakanNya mengenai diriNya. Mari kita lihat lebih jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar