Rabu, 02 Maret 2011

Kegiatan Mendasar Terkait Program Kerja

LINGKUNGAN
ST. ALOYSIUS GONZAGA
SANGGRAHAN GK – PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO

a. Menyiapkan dan Memotivasi Umat dan Pengurus Lingkungan
Secara faktual, yang menjadi kendala di lapangan, ternyata tidaklah mudah mencari kader pengurus lingkungan. Ada kecenderungan di antara umat untuk “mengabadikan” para pengurus lingkungan. Kesulitan mencari pengurus lingkungan semakin nyata tatkala lingkungan hendak dimekarkan. Menurut saya, kesulitannya bukan lantaran tidak adanya orang yang mau dan mampu, melainkan karena belum adanya sistem yang mempersiapkan para kader pengurus lingkungan. Selama ini pembekalan dan penyegaran (ketua) pengurus lingkungan ditujukan kepada mereka yang baru atau sudah ditunjuk menjadi pengurus. Maka bila bermaksud menjaring “wajah baru” dalam kepengurusan lingkungan, terlebih demi regenerasi pelayanan umat di lingkungan, kesulitan yang sama terulang: mereka yang akan dipilih dan ditunjuk merasa belum siap lantaran pelbagai dalih dan alasan. Di lain pihak wacana dan literature pelayanan untuk para pengurus lingkungan juga belum tersedia.

Tuhan Yesus sendiri telah memberi perintah kepada kita, para pengikut-Nya, untuk saling mengasihi (Yoh 13:34) dan saling melayani (lih. Yoh 13:14-15). Amanat Kristus ini secara konkret dan terus-menerus perlu kita wujud-nyatakan bersama orang-orang terdekat, yakni keluarga kita dan umat lingkungan terdekat. Dengan jumlah umat paroki yang sedemikian besar, bahkan tidak jarang kita selisih jalan saat merayakan Misa hari Minggu, mewujudkan semangat kasih dan pelayanan dalam lingkup keluarga dan lingkungan terdekat adalah pilihan yang paling realistis.

Memang ada sebagian umat yang merasa masih ”belum butuh lingkungan”, termasuk mereka yang sudah menjadi aktivis di aneka kelompok kategorial. Namun, menurut saya, bergabung dalam persekutuan umat di lingkungan-teritorial ini patut diupayakan karena lingkungan merupakan salah satu wahana mewujudkan amanat Kristus tadi. Selain itu, persekutuan umat di lingkungan lebih menampilkan ”wajah Katolik”, dimana umat dari pelbagai latar belakang etnis, budaya, sosial-ekonomi, juga selera dan tingkat rohani, berhimpun dan bersekutu berdasarkan iman akan Kristus (dan tentu saja juga berdasarkan pembagian administrarif-teritorial paroki). Memang pelayanan rohani ”umum-teritorial” di lingkungan ini masih perlu dilengkapi dengan pelayanan aneka kelompok kategorial yang lebih menjawabi kebutuhan dan selera rohani masing-masing pribadi yang berbeda.

Demikian pula, dalih betapa sibuknya anggota keluarga sampai tidak ada waktu untuk kegiatan lingkungan, bisa ditawari dengan keterlibatan ”wakil keluarga” sedemikian rupa sehingga komunikasi antara keluarga dan umat lingkungan tidak terputus. Untuk memahami lebih baik mengenai bagaimana mewujudkan tugas-tugas gereja dalam dan bersama lingkungan, kita diajak merenungkan cara hidup Gereja Perdana dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Dari sini selanjutnya kita diajak menggagas lebih lanjut bagaimana secara konkret tugas-tugas tersebut dapat diwujudkan dalam dan bersama lingkungannya.

b. Menjadikan Lingkungan Sebagai KBG (Komunitas Basis Gerejani)
Dalam SAGKI 2000, Gereja Katolik Indonesia mencanangkan Komunitas Basis Gerejani (KBG) sebagai cara baru hidup menggereja agar kehadiran Gereja sungguh memberi arti dan sumbangan bagi masyarakat sekitar (termasuk di kala masyarakat kita menderita akibat aneka bencana alam, “bencana lapindo”, kenaikan BBM, dsb). Memang masih ada perdebatan, apakah lingkungan itu sudah merupakan komunitas basis gerejawi? Daripada mempersoalkan “istilah”, akan lebih baik bila kita mengupayakan agar lingkungan/kring/stasi kita menjadi suatu komunitas basis gerejani. Maka sebagai suatu komunitas basis gerejani, kiranya pembicaraan bersama dengan diterangi Kitab Suci perlu dikembangkan agar umat lingkungan senantiasa menemukan bentuk-bentuk diakonia dan martiria yang relevan untuk situasi-kondisi setempat.

c. Motivasi dan Spiritualitas Pengurus Lingkungan
Kita akan memfokuskan perhatian pada pengurus lingkungan secara konkret, mulai dari peran dan kinerjanya, motivasi dan spiritualitas yang perlu dihidupi, sampai aneka “panduan praktis” mewujudkan pelayanan murah hati (termasuk pada umat yang jarang muncul di lingkungan). Ada empat motivasi kesediaan untuk menerima tanggung jawab pelayanan di lingkungan ini (tentu dengan menimba inspirasi dari Kitab Suci dan Ajaran Gereja):
1. Merealisasikan tugas perutusan yang telah diemban sejak menerima Sakramen
Krisma, khususnya tugas sebagai Pengurus Lingkungan.
2. Sebagai perwujudan cinta kepada Tuhan Yesus dan Gereja,
3. Mempersembahkan talenta untuk “pembangunan jemaat”
4. Ajakan untuk terus memurnikan motivasi pelayanan
Sementara itu, ada tiga hal lagi yang berkaitan dengan Spiritualitas yang patut dihidupi oleh para pengurus lingkungan, yaitu:
1. Mengemban pelayanan murah hati seperti diilustrasikan dalam kisah saling membasuh kaki.
2. Semangat misioner, yakni siap sedia diutus, tidak harus pergi ke luar paroki lain, tetapi berani keluar dari kepentingan diri dan mulai terarah pada orang lain. Maka bagaimana secara konkret semangat 2D2K: Doa-Derma-Korban-Kesaksian, dapat diwujudnyatakan oleh para pengurus lingkungan.
Makna bekerjasama sebagai satu tim, seperti halnya Kristus mengutus para murid-Nya pergi berdua-dua.

d. Menanggapi Dalih Tidak Mau Melayani
Ada banyak dalih dan alasan bisa disebut yang membuat para kader pengurus lingkungan merasa diri belum siap, seperti tidak layak dan tidak pantas, tidak mampu, tidak ada waktu, dst. Kita akan mencoba menanggapi aneka dalih tersebut seperti: Asalkan ada kemauan, kemampuan dan ketrampilan bisa diupayakan dan ditingkatkan. Asalkan ada kemauan, akan berusaha menyempatkan waktu. Namun, untuk para “aktivis Gereja” yang sudah sibuk dengan aneka pelayanan dan tanggung jawab, sebaiknya membatasi diri
menerima “jabatan” pelayanan ini agar tidak mengecewakan umat ataupun menelantarkan keluarga. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pengurusnya, dapat kita bantu dengan memberikan daftar buku yang bermanfaat untuk pelayanan umat di lingkungan.

e. Persoalan Klasik di Lingkungan
Kalau kita inventarisir berbagai persoalan klasik di lingkungan , maka kita juga perlu mengangkat dan mendiskusikan aneka persoalan klasik itu agar bisa menjadi pembelajaran bersama bagi kita, yakni:
1. "Jemput bola" gembala proaktif kepada: warga pindahan baru, katekumen, calon penerima sakramen, yang terbaring sakit, yang kurang aktif, dan yang miskin dan berkekurangan.
2. Pelayanan bagi yang berduka: penerimaan Sakramen Perminyakan, pelayanan bagi warga yang meninggal, dukungan bagi keluarga yang berkabung, dan pelayanan doa-misa arwah.
3. Pemberdayaan potensi umat, transparansi keuangan lingkungan, managemen Konflik dan Perbedaan Guyon Berlebihan.
4. Managemen Gossip, Alokasi Waktu dan Jam Karet.
5. Koq Sedikit yang ikut Pendalaman Iman?.
6. Melibatkan Generasi Muda.
7. Penyakit: Post Power Sindrom.



Yogyakarta, 24 Januari 2011
Pamong Lingkungan
Santo Aloysius Gonzaga





Paulus Darmawan PS
Ketua

Rabu, 23 Februari 2011

Pendampingan dan Pembinaan

USULAN PROGRAM KERJA
PENGURUS LINGKUNGAN ST. ALOYSIUS GONZAGA
PAROKI KRISTUS RAJA - YOGYAKARTA

Kegiatan Rutin 1.
Misa ling¬kungan: dijalankan sesuai jadwal, dan sesuai dengan kalender liturgi

Kegiatan Rutin 2.
Doa rutin:satu bulan sekali dengan rosario atau sesuai petunjuk dari Paroki (Tim Katekese atau Tim Liturgi)

Kegiatan Rutin 3.
Arisan Ibu-ibu: doa pembukaan, urusan uang dan tabungan atau simpan pinjam, makan-minum dan pulang.

Kegiatan Rutin 4.
Latihan koor: Pemanasan suara, latihan, selingan minum dan snack, pulang.

Kegiatan Rutin 5.
Pertemuan dan doa keluarga

Kegiatan Rutin 6.
Perhatian bagi: Anak-anak dan Sekolah Minggu, Remaja, dan kaum Muda

Kegiatan Rutin 7
Gerakan kerohanian masa Prapaskah dan Adven

Kegiatan mendasar terkait kegiatan 1 s/d 7
a. Menyiapkan dan Memotivasi Umat dan Pengurus Lingkungan
b. Menjadikan Lingkungan Sebagai KBG (Komunitas Basis Gerejani)
c. Motivasi dan Spiritualitas Pengurus Lingkungan
d. Menanggapi Dalih Tidak Mau Melayani
e. Persoalan Klasik di Lingkungan


Yogyakarta, 24 Januari 2011
Pamong Lingkungan
Santo Aloysius Gonzaga



Paulus Darmawan PS
Ketua

LINGKUNGAN
ST. ALOYSIUS GONZAGA
SANGGRAHAN GK – PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO
USULAN PROGRAM KERJA TAHUN 2011

Kegiatan Rutin 1.
Misa ling¬kungan: berjalan sesuai jadwal, dan sesuai dengan kalender liturgi

Usulan Pemikiran
Misa lingkungan dengan mengusulkan tema, sesuai dengan keadaan lingkungan, misal: mempertanggungjawabkan iman Katolik, mencermati kebudayaan dan kebiasaan masyarakat/warga kota.Tim Liturgi lingkungan mengusulkan tema. Atau Ekaristi dengan sarasehan misalnya 10 bahan dari Komisi Pendampingan Keluarga (bahan tahun 2011)

Kegiatan Rutin 2.
Doa rutin:satu bulan sekali dengan rosario atau sesuai petunjuk dari Paroki (Tim Katekese atau Tim Liturgi)

Usulan Pemikiran
Doa Rutin untuk Membahas dan memperdalam tema tertentu, misalnya memanfaatkan Buku BKL (Bulan Katekese Liturgi) pada bulan Mei. Kesempatan untuk ‘berlatih’ membuat doa secara spontan, maka secara bergilir semua hadirin diminta merumuskan doa spontan sesuai dengan tema atau sesuai keprihatinan keluarga.

Kegiatan Rutin 3.
Arisan Ibu-ibu: doa pem¬bukaan, urusan uang dan tabungan atau simpan pinjam, makan minum dan pulang.

Usulan Pemikiran
Arisan Ibu-Ibu: Membahas tema secara berurutan misalnya dari buku-buku lain yang ditawarkan. Kesempatan arisan selalu diawali dengan membaca Kitab Suci sesuai dengan penanggalan liturgi harian dengan renungan singkat. Yang membacakan renungan bergantian, sehingga setiap ibu pernah bertugas. Perhatian dan kepekaan pada isue-isue “Gender” dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

Kegiatan Rutin 4.
Latihan koor: Pemanasan suara, latihan, selingan minum dan snack, pulang.

Usulan Pemikiran
Kesempatan latihan koor selalu diawali dengan membaca Kitab Suci sesuai dengan penang¬galan liturgi dengan renungan singkat. Yang membacakan renungan bergantian, sehingga setiap anggota koor lingkungan pernah membacakan renungan. Akhir dari latihan koor, diadakan doa spontan sehingga melatih warga kita untuk bisa merumuskan doa spontan sesuai dengan keadaan nyata, atau berdasarkan Kitab Suci yang dibacakan pada awal latihan koor.

Kegiatan Rutin 5.
Pertemuan dan doa keluarga

Usulan Pemikiran
Keluarga Katolik menjadi tanda kehadiran Tuhan yang nyata, mewujudkan Sakramentali Perkawinan di tengah-tengah masyarakat atau warga.
1. Ada cara bertindak tertentu yang menunjukkan identitas Kekatolikan hingga keluarga-keluarga Katolik menjadi Minoritas Mistik (doa dan iman kepercayaan Katolik menjadi landasan hidup harian).
2. Membuat gerakan baru dalam keluarga-keluarga di lingkungan untuk meluangkan waktu 10 – 30 menit untuk berdoa bersama, atau mulai ada kebiasaan misa harian.
3. Membiasakan untuk saling menyapa dan bertanya mengenai perasaan dan pengalaman selama satu hari, saling menanggapi dengan doa bersama dan diungkapkan dalam HISTORIA DOMUS (Catatan penting dalam keluarga disertai refleksi singkat)
4.Kesempatan 10 hingga 30 menit dalam keluarga tanpa alat elektronik, saling memperhatikan perasaan, mendoakan dan memberi perhatian
5. Gerakan Stop Nonton TV antara pukul 18.00 – 20.00 untuk men¬dukung semangat belajar anak dan menciptakan budaya baca dalam keluarga.
6. Setiap Keluarga Katolik dengan sadar mengupayakan keterlibatan kepedulian dengan sesama saudaranya sebagai bentuk kerelaan berbagi kasih dari kemurahan Tuhan.
7.Setiap Keluarga Katolik mempunyai pustaka rohani Katolik untuk mencerdaskan iman dan demi pewarisan nilai-nilai kekatolikan yang nyata.
8. Setiap Keluarga Katolik mempunyai keterlibatan dalam kehidupan kerohanian/ keagamaan mulai dari tingkat Kelompok, Lingkungan/ Wilayah/Dewan Paroki, atau dalam paguyuban kategorial
9. Tim Pendampingan Keluarga membentuk Tim Kunjungan Keluarga, bekerjasama dengan Tim Kerja Katekese/Guru agama mendata anak-anak yang sudah waktunya sambut komuni pertama atau krisma. Ada kunjungan keluarga diantara pengurus lingkungan.

Kegiatan Rutin 6.
Perhatian bagi anak-anak, remaja dan kaum muda

Usulan Pemikiran
Kesadaran baru bahwa keluarga menjadi basis hidup beriman yang tercermin dalam pilihan program khusus. Pendataan mengenai keadaan anak-anak, remaja dan kaum muda; kemudian diadakan pendampingan serta alokasi dana sesuai dengan maksudnya, tekanan: keterlibatan anak, remaja dan kaum muda untuk pengembangan umat. Terbentuknya wadah, kegiatan dan kemungkinan pengembangan berdasarkan metode ‘teman sebaya’

Kegiatan Rutin 7
Gerakan kerohanian masa Prapaskah dan Adven

Usulan Pemikiran
Memperpanjang pemaknaan masa prapaska (pantang dan puasa) dengan gerakan rohani tiap hari Jumat: mengurangi uang jajan, uang makan keluarga, sisa belanja harian dll, sebagai bentuk perhatian nyata bagi orang lain. Masa Adven diisi dengan kegiatan keluarga dan KLMT yang makin menghangatkan kasih keluarga. Menampilkan wajah sosial Gereja melalui gerakan pemberdayaan yang nyata: misalnya pemeliharaan keutuhan ciptaan, menanam pohon di pekarangan rumah, bantaran sungai, tanah kosong, turut memelihara taman kota, kebersihan got atau saluran air secara rutin, pengobatan murah/gratis


Usulan Kegiatan Terkait Kegiatan Rutin 1 s/d 7

a. Menyiapkan dan Memotivasi Umat dan Pengurus Lingkungan

b. Menjadikan Lingkungan Sebagai KBG (Komunitas Basis Gerejani)

c. Motivasi dan Spiritualitas Pengurus Lingkungan

d. Menanggapi Dalih Tidak Mau Melayani

e. Persoalan Klasik di Lingkungan
Kalau kita inventarisir berbagai persoalan klasik di lingkungan , maka kita juga perlu mengangkat dan mendiskusikan aneka persoalan klasik itu agar bisa menjadi pembelajaran bersama bagi kita, yakni:
1. "Jemput bola" pengurus proaktif kepada: warga pindahan baru, katekumen, calon penerima sakramen, yang terbaring sakit, yang kurang aktif, dan yang miskin dan berkekurangan.
2. Pelayanan bagi yang berduka: penerimaan Sakramen Perminyakan, pelayanan bagi warga yang meninggal, dukungan bagi keluarga yang berkabung, dan pelayanan doa-misa arwah.
3. Pemberdayaan potensi umat, transparansi keuangan lingkungan, managemen Konflik dan Perbedaan Guyon Berlebihan
4. Managemen Gossip, Alokasi Waktu dan Jam Karet
5. Koq Sedikit yang ikut Pendalaman Iman?
6. Melibatkan Generasi Muda
7. Mengenai Penyakit/Hidup Sehat


Yogyakarta, 24 Januari 2011
Pamong Lingkungan
Santo Aloysius Gonzaga




Paulus Darmawan PS
Ketua





LINGKUNGAN
ST. ALOYSIUS GONZAGA
SANGGRAHAN GK – PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO

N a m a :
USULAN PROGRAM KERJA TAHUN 2011