USULAN PROGRAM KERJA
PENGURUS LINGKUNGAN ST. ALOYSIUS GONZAGA
PAROKI KRISTUS RAJA - YOGYAKARTA
Kegiatan Rutin 1.
Misa ling¬kungan: dijalankan sesuai jadwal, dan sesuai dengan kalender liturgi
Kegiatan Rutin 2.
Doa rutin:satu bulan sekali dengan rosario atau sesuai petunjuk dari Paroki (Tim Katekese atau Tim Liturgi)
Kegiatan Rutin 3.
Arisan Ibu-ibu: doa pembukaan, urusan uang dan tabungan atau simpan pinjam, makan-minum dan pulang.
Kegiatan Rutin 4.
Latihan koor: Pemanasan suara, latihan, selingan minum dan snack, pulang.
Kegiatan Rutin 5.
Pertemuan dan doa keluarga
Kegiatan Rutin 6.
Perhatian bagi: Anak-anak dan Sekolah Minggu, Remaja, dan kaum Muda
Kegiatan Rutin 7
Gerakan kerohanian masa Prapaskah dan Adven
Kegiatan mendasar terkait kegiatan 1 s/d 7
a. Menyiapkan dan Memotivasi Umat dan Pengurus Lingkungan
b. Menjadikan Lingkungan Sebagai KBG (Komunitas Basis Gerejani)
c. Motivasi dan Spiritualitas Pengurus Lingkungan
d. Menanggapi Dalih Tidak Mau Melayani
e. Persoalan Klasik di Lingkungan
Yogyakarta, 24 Januari 2011
Pamong Lingkungan
Santo Aloysius Gonzaga
Paulus Darmawan PS
Ketua
LINGKUNGAN
ST. ALOYSIUS GONZAGA
SANGGRAHAN GK – PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO
USULAN PROGRAM KERJA TAHUN 2011
Kegiatan Rutin 1.
Misa ling¬kungan: berjalan sesuai jadwal, dan sesuai dengan kalender liturgi
Usulan Pemikiran
Misa lingkungan dengan mengusulkan tema, sesuai dengan keadaan lingkungan, misal: mempertanggungjawabkan iman Katolik, mencermati kebudayaan dan kebiasaan masyarakat/warga kota.Tim Liturgi lingkungan mengusulkan tema. Atau Ekaristi dengan sarasehan misalnya 10 bahan dari Komisi Pendampingan Keluarga (bahan tahun 2011)
Kegiatan Rutin 2.
Doa rutin:satu bulan sekali dengan rosario atau sesuai petunjuk dari Paroki (Tim Katekese atau Tim Liturgi)
Usulan Pemikiran
Doa Rutin untuk Membahas dan memperdalam tema tertentu, misalnya memanfaatkan Buku BKL (Bulan Katekese Liturgi) pada bulan Mei. Kesempatan untuk ‘berlatih’ membuat doa secara spontan, maka secara bergilir semua hadirin diminta merumuskan doa spontan sesuai dengan tema atau sesuai keprihatinan keluarga.
Kegiatan Rutin 3.
Arisan Ibu-ibu: doa pem¬bukaan, urusan uang dan tabungan atau simpan pinjam, makan minum dan pulang.
Usulan Pemikiran
Arisan Ibu-Ibu: Membahas tema secara berurutan misalnya dari buku-buku lain yang ditawarkan. Kesempatan arisan selalu diawali dengan membaca Kitab Suci sesuai dengan penanggalan liturgi harian dengan renungan singkat. Yang membacakan renungan bergantian, sehingga setiap ibu pernah bertugas. Perhatian dan kepekaan pada isue-isue “Gender” dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
Kegiatan Rutin 4.
Latihan koor: Pemanasan suara, latihan, selingan minum dan snack, pulang.
Usulan Pemikiran
Kesempatan latihan koor selalu diawali dengan membaca Kitab Suci sesuai dengan penang¬galan liturgi dengan renungan singkat. Yang membacakan renungan bergantian, sehingga setiap anggota koor lingkungan pernah membacakan renungan. Akhir dari latihan koor, diadakan doa spontan sehingga melatih warga kita untuk bisa merumuskan doa spontan sesuai dengan keadaan nyata, atau berdasarkan Kitab Suci yang dibacakan pada awal latihan koor.
Kegiatan Rutin 5.
Pertemuan dan doa keluarga
Usulan Pemikiran
Keluarga Katolik menjadi tanda kehadiran Tuhan yang nyata, mewujudkan Sakramentali Perkawinan di tengah-tengah masyarakat atau warga.
1. Ada cara bertindak tertentu yang menunjukkan identitas Kekatolikan hingga keluarga-keluarga Katolik menjadi Minoritas Mistik (doa dan iman kepercayaan Katolik menjadi landasan hidup harian).
2. Membuat gerakan baru dalam keluarga-keluarga di lingkungan untuk meluangkan waktu 10 – 30 menit untuk berdoa bersama, atau mulai ada kebiasaan misa harian.
3. Membiasakan untuk saling menyapa dan bertanya mengenai perasaan dan pengalaman selama satu hari, saling menanggapi dengan doa bersama dan diungkapkan dalam HISTORIA DOMUS (Catatan penting dalam keluarga disertai refleksi singkat)
4.Kesempatan 10 hingga 30 menit dalam keluarga tanpa alat elektronik, saling memperhatikan perasaan, mendoakan dan memberi perhatian
5. Gerakan Stop Nonton TV antara pukul 18.00 – 20.00 untuk men¬dukung semangat belajar anak dan menciptakan budaya baca dalam keluarga.
6. Setiap Keluarga Katolik dengan sadar mengupayakan keterlibatan kepedulian dengan sesama saudaranya sebagai bentuk kerelaan berbagi kasih dari kemurahan Tuhan.
7.Setiap Keluarga Katolik mempunyai pustaka rohani Katolik untuk mencerdaskan iman dan demi pewarisan nilai-nilai kekatolikan yang nyata.
8. Setiap Keluarga Katolik mempunyai keterlibatan dalam kehidupan kerohanian/ keagamaan mulai dari tingkat Kelompok, Lingkungan/ Wilayah/Dewan Paroki, atau dalam paguyuban kategorial
9. Tim Pendampingan Keluarga membentuk Tim Kunjungan Keluarga, bekerjasama dengan Tim Kerja Katekese/Guru agama mendata anak-anak yang sudah waktunya sambut komuni pertama atau krisma. Ada kunjungan keluarga diantara pengurus lingkungan.
Kegiatan Rutin 6.
Perhatian bagi anak-anak, remaja dan kaum muda
Usulan Pemikiran
Kesadaran baru bahwa keluarga menjadi basis hidup beriman yang tercermin dalam pilihan program khusus. Pendataan mengenai keadaan anak-anak, remaja dan kaum muda; kemudian diadakan pendampingan serta alokasi dana sesuai dengan maksudnya, tekanan: keterlibatan anak, remaja dan kaum muda untuk pengembangan umat. Terbentuknya wadah, kegiatan dan kemungkinan pengembangan berdasarkan metode ‘teman sebaya’
Kegiatan Rutin 7
Gerakan kerohanian masa Prapaskah dan Adven
Usulan Pemikiran
Memperpanjang pemaknaan masa prapaska (pantang dan puasa) dengan gerakan rohani tiap hari Jumat: mengurangi uang jajan, uang makan keluarga, sisa belanja harian dll, sebagai bentuk perhatian nyata bagi orang lain. Masa Adven diisi dengan kegiatan keluarga dan KLMT yang makin menghangatkan kasih keluarga. Menampilkan wajah sosial Gereja melalui gerakan pemberdayaan yang nyata: misalnya pemeliharaan keutuhan ciptaan, menanam pohon di pekarangan rumah, bantaran sungai, tanah kosong, turut memelihara taman kota, kebersihan got atau saluran air secara rutin, pengobatan murah/gratis
Usulan Kegiatan Terkait Kegiatan Rutin 1 s/d 7
a. Menyiapkan dan Memotivasi Umat dan Pengurus Lingkungan
b. Menjadikan Lingkungan Sebagai KBG (Komunitas Basis Gerejani)
c. Motivasi dan Spiritualitas Pengurus Lingkungan
d. Menanggapi Dalih Tidak Mau Melayani
e. Persoalan Klasik di Lingkungan
Kalau kita inventarisir berbagai persoalan klasik di lingkungan , maka kita juga perlu mengangkat dan mendiskusikan aneka persoalan klasik itu agar bisa menjadi pembelajaran bersama bagi kita, yakni:
1. "Jemput bola" pengurus proaktif kepada: warga pindahan baru, katekumen, calon penerima sakramen, yang terbaring sakit, yang kurang aktif, dan yang miskin dan berkekurangan.
2. Pelayanan bagi yang berduka: penerimaan Sakramen Perminyakan, pelayanan bagi warga yang meninggal, dukungan bagi keluarga yang berkabung, dan pelayanan doa-misa arwah.
3. Pemberdayaan potensi umat, transparansi keuangan lingkungan, managemen Konflik dan Perbedaan Guyon Berlebihan
4. Managemen Gossip, Alokasi Waktu dan Jam Karet
5. Koq Sedikit yang ikut Pendalaman Iman?
6. Melibatkan Generasi Muda
7. Mengenai Penyakit/Hidup Sehat
Yogyakarta, 24 Januari 2011
Pamong Lingkungan
Santo Aloysius Gonzaga
Paulus Darmawan PS
Ketua
LINGKUNGAN
ST. ALOYSIUS GONZAGA
SANGGRAHAN GK – PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO
N a m a :
USULAN PROGRAM KERJA TAHUN 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar